SEGUDANG MANFAAT DARI TUMBUHAN KELOR (Moringa oleifera)

oleh

Manfaat daun kelor bagi kesehatan sudah banyak sekali diteliti. Tanaman ini memang sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang baik untuk menjaga tekanan darah hingga mencegah kanker. Tak hanya itu, daun kelor ternyata memiliki beragam manfaat lainnya, namun karena perubahan pola hidup masyarakat yang semakin maju dan instant menjadikan tanaman kelor sebagai pangan tradisional cenderung ditinggalkan oleh sebagian masyarakat. Maka dari itu mari kenalan lebih jauh dengan tumbuhan segudang manfaat ini.

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman tropis yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Tanaman ini bisa dikenali dari bentuk daunnya yang berukuran kecil. Untuk menanam dan merawatnya juga sangat mudah karena pohon kelor bisa hidup di tanah yang tidak terlalu subur. Tanaman kelor merupakan perdu dengan ketinggian sampai 10 m, berbatang lunak dan rapuh dengan daun yang sebesar ujung jari berbentuk bulat telur dan tersusun majemuk.

Berbunga sepanjang tahun berwarna putih, buah bersisi segitiga dengan panjang sekitar 30 cm, tumbuh subur mulai dari dataran rendah ketingian 700 m diatas permukaan laut. Pada tahun pertama, kelor sudah bisa menghasilkan biji dalam satu polong bisa diperoleh sekitar 20 biji. Produksi semakin banyak pada tahun ke 2 dan tahun berikutnya. Apalagi kelor menghasilkan biji sepanjang tahun. Biji kelor mengandung 35-40% dari berat kering. Kulit bijinya yang terbuang mengandung protein cukup tinggi, mendekati 60% sehingga cocok untuk makanan hewan ternak.

Terdapat beberapa julukan untuk pohon kelor, antara lain; The Miracle Tree, Tree For Life dan Amazing Tree. Julukan tersebut muncul karena bagian pohon kelor mulai dari daun, buah, biji, bunga, kulit, batang, hingga akar memiliki manfaat yang luar biasa. Di samping itu, tanaman kelor memiliki beberapa kandungan yang bermanfaat, sehingga sangat berpotensi digunakan dalam pangan, kosmetik dan industri.

Di berbagai komunitas di daerah tropis kelor dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan seperti pada bidang pangan, tanaman kelor telah digunakan untuk mengatasi malnutrisi terutama untuk balita dan ibu menyusui. Daun tanaman kelor dapat dikonsumsi dalam kondisi segar, dimasak, atau disimpan dalam bentuk tepung selama beberapa bulan tanpa pendinginan dan tanpa terjadi kehilangan nilai gizi.

Proses pengolahan daun kelor menjadi tepung akan dapat meningkatkan nilai kalori, kandungan protein, kalsium, zat besi dan vitamin A. Hal ini disebabkan karena pada saat proses pengolahan daun kelor menjadi tepung akan terjadi pengurangan kadar air yang terdapat dalam daun kelor. Selain pemanfaatan secara tradisional, daun tanaman kelor hingga saat ini dikembangkan menjadi produk pangan modern seperti tepung kelor, kerupuk kelor, kue kelor, permen kelor dan teh daun kelor. Bahan dari tanaman kelor juga dapat dicampur dengan bahan lain yang memiliki kandungan protein dan energi yang memadai sehingga dapat dijadikan bahan dasar produk diet tinggi kalori, tinggi protein dan tinggi energi.

Selain bahan pangan, beberapa komponen yang terkandung dalam bagian tanaman kelor dapat memberikan efek kesehatan yaitu :

  1. Menurunkan berat badan

Memberikan efek kepada tubuh agar merangsang dan melancarkan metabolisme sehingga dapat membakar kalori lebih cepat.

  • Anti diabetes

Daun kelor memiliki sifat anti diabetes yang berasal dari kandungan seng yang tinggi seperti mineral yang sangat di butuhkan untuk memproduksi insulin, sehingga daun kelor dapat bermanfaat sebagai anti diabetes yang signifikan.

  • Mencegah penyakit jantung

Dapat menghasilkan lipid terosidari lebih rendah serta memberikan perlindungan pada jaringan jantung dari kerusakan struktural.

  • Menyehatkan mata

Daun kelor memiliki kandungan vitamin A yang tinggi sehingga bagus untuk kesehatan mata.

  • Mengobati rematik dan asam urat

Rematik terjadi dikarenakan tulang yang kekurangan nutrisi. Daun kelor memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan kalsium di dalam tulang. Daun kelor juga bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada persendian dikarenakan oleh penumpukan asam urat.

  • Mengobati penyakit dalam seperti luka lambung, luka usus dan batu ginjal:

Karena daun kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan. Selanjutnya dianjurkan agar minum rebusan daun kelor selagi air masih hangat sebab, efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat.

  • Mengobati Kanker

Kandungan antioksidan dan potasium yang tinggi pada daun kelor bermanfaat untuk mengobati kanker. Antioksidan akan bermanfaat dalam menghalangi perkembangan sel-sel kanker sedang potasium berfungsi untuk menyingkirkan sel-sel kanker. Selain itu, asam amino yang terkandung dalam daun kelor dapat meningkatkan sistem imun.

  • Mengobati hepatitis

Daun kelor mengandung zat kimia, seperti minyak behen, minyak terbang, emulsin, alkaloida, pahit tidak beracun serta vitamin A, B1, B2, dan C. Selain itu kelor juga mengandung lebih dari 90 nutrisi 48 jenis antioksidan 36 senyawa anti infamasi yang terbentuk secara alami sehingga dapat digunakan sebagai obat herbal untuk penyembuhan Hepatitis B.

Selain berbagai manfaat yang disebutkan, daun kelor juga dipercaya baik untuk mengurangi kolesterol, mengatasi disfungsi ereksi, dan mencegah kambuhnya gejala asma, melawan virus terutama jenis virus herpes simplex (HSV).

Namun, berbagai manfaat daun kelor tersebut masih perlu diteliti lebih lebih lanjut terkaitnya efektivitasnya pada manusia. Dan perlu diingat pula bahwa sejauh ini daun kelor belum terbukti aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena ditakutkan menimbulkan efek tertentu. Daun kelor juga sebaiknya tidak dikonsumsi apabila sedang menjalani pengobatan tertentu, karena berisiko menimbulkan efek interaksi obat. Sehingga, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan daun kelor sebagai pengobatan penyakit tertentu.

(Ditulis oleh : Fitrya Ayu Anggraini)

Referensi :

Khor, et al. (2018). The In Vitro and In Vivo Anticancer Properties of Moringa oleifera. Evidence Based Complementary Alternative Medicine. available from : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30538753/

Rani, N., Husain, K. & Kumolosasi, E. (2018). Moringa Genus: A Review of Phytochemistry and Pharmacology. Frontiers in Pharmacology. available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5820334/

Vergara-Jimenez, M., Almatrafi, M.M., & Fernandez, M.L. (2017). Bioactive Components in Moringa Oleifera Leaves Protect against Chronic Disease Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5745501/

Saini, R.K., Sivanesan, I., & Keum, Y. (2016). Phytochemicals of Moringa oleifera: a Review of Their Nutritional, Therapeutic and Industrial Significance Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5033775/

Isnan, Wahyudi & Nurhaedah Muin. (2017). Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk.) bagi Masyarakat. Available from :  https://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/buleboni/article/view/5096 Wahyuni, Sri, Muhammad Arif Asrikan, Miftahul Ciliia Uli Sabana, Sinta Wening Nur Sahara, Tri Murtiningsih & Rahajeng Putriningrum. (2013). Uji Manfaat Daun Kelor (Moringa Aloifera Lamk) Untuk Mengobati Penyakit Hepatitis B. Available from : http://jurnal.ukh.ac.id/index.php/JK/article/view/68

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *